Tag Archives: tim

Kunjungan Tim Kompetisi Bisnis di Gerai NasGoMe

Setelah lama berdebar-debar, akhirnya saat yang dinanti tibalah. Panitia Kompetisi Bisnis meminta Tim nasgome untuk siap-siap dikunjungi oleh tim penilai.

Tugas tim penilai ini adalah melakukan pengecekan, sejauh mana BP [bisnis plen] telah diterapkan di lapangan. Apakah hanya bagus di tulisan atau memang bisa dilaksanakan di lapangan.

Sebagai koordinator Tim Nasgome, aku langsung kontak pak Syam Mie Perto untuk mempersiapkan diri menanti kunjungan tim penilai di lokasi warung Nasgome. Anggota tim yang lain berangkat dari Mie SEHATI. Ada pak Wawan NetCoMM dan Pak Ipung Aqua Galon. Bu Sinta kali ini absen karena suaminya sedang sakit dan tidak enak hati kalau ditinggal malam-malam.

Pas selesai maghrib pak Ato Kupat Tahu sudah menghubungiku, tetapi karena aku baru sholat maka panggilan telepon dari pak Ato itu tidak bisa dijawab.

Setelah selesai sholat pak Ato kembali telepon dan janjian untuk bertemu langsung dengan tim Nasgome di lokasi warung Nasgome. Akupun langsung telepon ke pak Ipung agar segera meluncur ke Mie SeHATI dan menyusul pak Ato yang sudah ngebut menuju lokasi warung Nasgome.

Sayangnya di Warung Mie SEHATI ada pisang goreng yang super enak. Jadi pak Wawan dan aku terpaksa tergoda dan makan Pisang goreng dulu.

Aku sendiri sebelum makan pisang sudah makan Mie Hijau dulu. Inilah mie andalan di Warung ini, Menu Paijo alias Mie Hijau dan bakso tanpa pengawet dan tanpa pemanis. Semuanya asli buatan sendiri dan langsung keluar dari gilingan.

Benar juga, sampai di lokasi pak Ato sudah nongkrong di sana, ngobrol bertiga dengan pak Syam Mie Perto dan seorang anggota TDA Karawang.

Pak Wawan langsung mengeluarkan senjata andalannya, sebuah camera SLR yang lumayan mantap sudah berada dalam genggamannya. Sambil ngobrol pak Wawan tak henti-hentinya mengambil obyek yang menurut dia laik tampil di blog Cikarang.

Praktis modal awal warung ini sangat sederhana, karena hanya membutuhkan peralatan masak yang sebagian besar sudah ada di rumah. Meski begitu, agar kelihatan bonafide, maka dibelilah sebuah gerobak sorong “seken”.

Dua juta rupiah dihabiskan untuk membeli gerobak, lengkap dengan asesorinya. Mulai dari kompor, sampai ke perlengkapan standard masak.

Dari monitoring yang dilakukan, ternyata lebih dari separo pembeli adalah pembeli yang hanya datang untuk membawa pulang Nasgoe dan bukan menyantapnya di warung.

Meskipun tempat ini jauh dari keramaian, namun ternyata mempunyai nilai yang sangat bagus. Nun jauh di luar perumahan ini memang sudah berderet warung dengan segala macam aneka jualannya, namun hampir semua orang yang akan keluar dari perumahan selalu lewat di depan warung ini, sehingga kemungkinan mereka mampir ke warung ini sangat besar.


Asal mutu dan cita rasa nasgomenya memenuhi standard, maka pelanggan pasti makin hari akan makin bertambah.

Para pelanggan ini pasti heran melihat cara masak Nasgome. Memang cara masaknya tidak lazim kalau diperhatikan, tetapi kalau tidak dilihat ya tidak terasa perbedaannya.

Coba kita perhatikan urutan cara masak Nasgome ini.

1. Tuangkan minyak “import” ke penggorengan
2. Geprak sesiung bawang putih dan masukkan ke penggorengan
3. Masukkan telor dan langsung di”orak-arik”
4. Masukkan nasi dst silahkan lihat di Panduan Masak Nasgome.

Nah dari urutan tersebut tidak terlihat ada bumbu nasi goreng yang dimasukkan, sehingga bagi yang tidak tahu rumusnya pasti akan terkecoh.

Apakah anda penasaran?

Silahkan hubungi kita untuk menjelaskan keanehan ini. Gratis tetapi harus mendaftar, karena jadwal kami sangat padat. Yang jelas bulan Maret dan April 2010 jadwal sudah penuh.

Waktu akhirnya menjadi semakin malam dan kitapun kembali ke rumah masing-masing meninggalkan warung nasgome yang masih juga disinggahi oleh para pembeli.

Salam Nasgome.

+++

+++

Iklan